Posts

Puisi "Kyaiku Pahlawanku" karya Nina Nuriyah

Image
"Kyaiku Pahlawanku" Oleh: Nina Nuriyah Tak tampak raut wajah yang lelah Tak tampak raga yang seharusnya renta Tak tampak wajah yang seharusnya marah Pun semuanya terlihat biasa-biasa saja Seolah tak ada tugas berat yang dipikul Oh Kyai... Sungguh engkau pewaris Nabi Tak pernah kau ucap lelah hati Tuk bimbing kami si para santri Kerap kali kami tak mengaji Malas mematung dalam diri Bersemayam di bilik kamar Atau tidur hingga hilang sadar Oh Kyai... Mengapa kau tidak lelah menghadapi kami yang susah payah? Mengapa kau tidak marah melihat kami yang santai-santai saja? Sungguh pertanyaan yang selalu menyeruak masuk dan bergentayangan dalam benakku Kini, aku tahu jawaban atas pertanyaan si mengapa Karena kau ikhlas bimbing kami Tak mengharap balas budi Tak merasa jengkel hati Lelah tak jadi masalah Sebab dijalankan karena Lillah Marah tak perlu dipelihara Sebab bukan ajaran syara' Oh Kyai... Ku harap sebongkah berkahmu Berselancar dalam sanubariku ...

Cerita Syifa, Wanita Muda Tekuni Bisnis di Tiga Jenis

Image
Foto: Syifa Nurzakiyyah (22) menghadiri salah satu acara Jafra Cosmetics Indonesia KARAWANG-- Muda dan penuh semangat, itulah yang tercermin dalam sosok wanita berusia 22 tahun, Syifa Nurzakiyyah. Wanita asal Kampung Kalijati, Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat Karawang ini, telah menggeluti bisnis kosmetik, fashion , hingga kuliner. Motivasi terbesarnya adalah membuat orang tua bahagia dan menjadi kaya, kaya segalanya. Logisnya, dengan memiliki uang melimpah, menolong sesama akan semakin mudah.   Di bidang kosmetik, Syifa telah menjadi manager dalam brand kosmetik ternama, Jafra Cosmetics. Bergabung dengan Jafra adalah kali pertamanya ia terjun di dunia bisnis, ya tepatnya pada tahun 2016. Syifa mengatakan, alasannya terjun di dunia bisnis karena hobi. Keyakinannya, dunia bisnis akan menghasilkan peluang yang sangat besar asal tahu target pasarnya. Waktu semakin berjalan. Hingga pada tahun 2018, Syifa memiliki brand pribadinya di bidang fashion . Ia memprom...

Corona Virus dan Dampak Psikologisnya

Oleh: Nina Nuriyah NIM: 1174050114 Jurnalistik 6C Sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada (2/03/2020), masyarakat mulai terkena imbasnya. Sejak itu, media berbondong-bondong memberitakan siapa, di mana, dan kenapa WNI tersebut positif Corona. Masyarakat terus dicekoki pemberitaan-pemberitaan terkait virus ini, tanpa bisa dipilah pilih. Akibatnya, fenomena Covid-19 ini menimbulkan dampak bagi psikologis masyarakat. Seorang dosen Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang juga sekaligus psikolog, Dr. Agus Mulyana, M. Psi., Psikolog, memberikan materi saat diskusi Hima Jurnalistik digelar. Ia menyampaikan materi dengan begitu apik dan mengerti kondisi psikologis peserta, ketika diskusi dilakukan via online. Menurutnya, dampak fenomena Covid-19 yang paling umum, jika dilihat dari sisi psikologis adalah panik. Sesuatu yang tiba-tiba dan tidak diantisipasi sebelumnya sudah pasti akan menyebabkan panik. Panik itu biasan...

Corona, Si Makhluk Kecil Pembawa Malapetaka

Image
Oleh: Nina Nuriyah NIM. 1174050114 Kelas : Jurnalistik 6C Foto: Wahyo (47) pedangang gorengan keliling di Kecamatan Cikampek, Karawang, Rabu (22/04/20) KARAWANG-- “Ya takut juga sama corona tapi mau gimana lagi, kalo gak jualan ya gak makan”, begitulah ungkapan Wahyo (47) penjual gorengan keliling. Ia berkumis, badan agak berisi, memakai topi rimba coklat bercorak, berbaju biru persib, dan duduk dengan bangku plastik di depan gerobaknya. Wahyo adalah seorang perantau asal Brebes Selatan, Jawa Tengah. Sekarang, Ia tinggal di Kebon Kangkung, Krajan, Kecamatan Cikampek, Karawang. Bersama istri dan anaknya, ia menggantungkan nasib pada segerobak gorengan. Saat ditemui Rabu 22 April 2020, Wahyo mangkal di pinggir jalan ramai yang banyak dilalui kendaraan. Tepatnya, Ia berada di pinggir Stasiun Cikampek. Ketika itu, Ia menyapa kami dengan ramah dan bercerita bahwa ada 2 orang anaknya yang tidak tinggal bersamanya. Melainkan, mereka tetap di Brebes dan sedang men...

Kaleidoskop SR Iboe Inggit Garnasih Bandung

Image
Berawal dari Antusiasme, Komunitas Ini Motori Edukasi Warga RW. 05 Lio Genteng BANDUNG-- “Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, apabila angkatan muda mati rasa, maka matilah sejarah sebuah bangsa”, itulah kutipan seorang sastrawan Indonesia terkenal, Pramoedya Ananta Toer yang mengakar pada angkatan muda Lio Genteng, Bandung. Sebuah komunitas rumah belajar lahir dari besarnya antusiasme masyarakat atas peringatan bulan cinta Iboe Inggit Garnasih yang diselenggarakan komunitas Lokra bekerja sama dengan komunitas pemuda Lio Genteng, Newcastle. Misi utamanya adalah pelajari sejarah dan apa yang bisa dipetik dari sejarah. Rumah belajar yang diberi nama Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit Garnasih telah berdiri sejak 17 Maret 2017. Dinahkodai oleh Gatot Gunawan, SR ini telah tumbuh sebagai rumah edukasi bagi anak-anak, pemuda, bahkan para orang tua warga RW. 05, Jalan Lio Genteng, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Program belajar yang berfokus pada...

Feature Human Interest

Image
PERJUANGAN HIDUP PENYANDANG DISABILITAS     Dok. Pribadi “Ah, nya timana atuh barang tuang teh pami teu ngaharepkeun ka nu belas asih, nu ridho sareng nu ikhlas mah,” lirih Emid, seorang lelaki paruh baya asal Ciromed, Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sesekali, Emid mengusapkan tangan tua renta  ke wajahnya, menandakan air mata hendak jatuh ke pipinya yang telah keriput. Terlahir sebagai anak yang berbeda dari yang lain jelas membuatnya sedih dan kecewa. Kondisi kedua kaki yang hanya sampai pada lutut, tak ada pergelangan kaki, tak ada telapak kaki yang mampu dipijaki, dan tak ada jari jemari yang menari di atas bumi. Tak bisa memakai alas kaki, tak   bisa memakai celana panjang, tak bisa berdiri sejajar dengan orang lain, tak bisa main bola, tak bisa melakukan apa yang biasanya anak laki-laki lakukan, dan itu semua harus Emid telan sebagai sebuah kenyataan yang mendalam. Bukan perkara mu...